Interview

Conversation: Teza Sumendra, The Promising Soul

12/32018

Tak hanya memiliki nama yang unik, kemampuan bernyanyi serta aksi panggungnya yang energik juga banyak mencuri perhatian. Hari itu, duduk di balik keyboard sambil membawakan lagu “Truly” milik Lionel Richie dengan penuh perasaan, Teza pun mengawali sesi pemotretannya bersama Urban Icon. Pemilik nama Marteza Sumendra ini bisa dibilang tak instan dalam menemukan jalan menuju sukses. Meski berhasil menjadi salah satu finalis Indonesian Idol saat masih berusia 17 tahun, Teza yang sejak kecil sudah ter- biasa mendengarkan musik produksi Motown kesukaan sang ayah, sempat mengalami masa sulit sebagai penyanyi di awal kariernya. Saat mengalami sepi job di tahun 2012, Teza meng- habiskan waktunya dengan menyanyikan lagu-lagu black music kesukaannya lalu ia unggah ke Soundcloud. Tak disangka, keisengannya itu membuka jalan yang lebih luas bagi kehidupan bermusiknya. Seperti apa ceritanya? Ini sekelumit wawancara kami dengan Teza.

 

teza sumendra interview

 

U!: Bagaimana awal mula kariermu dalam industri musik?
T: Aku mulai bermusik secara profesional tahun 2006, which mean it has been 12 years now. Dimulai dari nge-band sebagai vokalis Clorophyl D’Next Generation, kemudian ikut serta dalam event-event jazz Tanah Air, termasuk berpatisipasi dalam album kompilasi Indra Lesmana Kembali Satu, album Andezzz Electric Love, dan album Amanda & Friends The Journey Called A. Sambil mengasah jam terbang, aku sempat nyanyi dari kafe ke kafe. He-he. Baru dari situ aku mulai meng-upload lagu-lagu cover lewat jejaring sosial Soundcloud dan memutuskan untuk bersolo karier dengan merilis album self-titled yang diproduseri oleh Randy MP pada tahun 2015.

U!: Siapa musisi yang pertama kali memengaruhi musikmu? Kenapa?
T: D’Angelo. Dia salah satu musisi dan penyanyi panutanku sampai detik ini. Musik dan suaranya menginspirasiku untuk selalu mencoba ber- nyanyi tulus dan jujur dari hati tanpa harus berusaha membuat orang lain terkesan.

U!: Bagaimana deskripsi dari gaya bermusikmu?
T: I treat my music more chill and relax without trying really hard to impress people. I also do not try to put “making money from music” as my priority. I do not have rules to run to people who’s listening to my music. If you like it, I appreciate it. If you don’t, I’m not forcing you to like it.

U!: Lagu apa yang sering kamu dengar belakangan ini? Ada musisi yang ingin kamu incar untuk diajak berkolaborasi?
T: Kalau dari luar negeri, belakangan ini aku lagi dengerin Moses Sumney. Kebetulan kemarin sempat lihat live performance- nya di Laneway, and it was magni cent. Kalau cita-cita untuk berkolaborasi, aku ingin banget bisa kolaborasi dengan Eva Celia. Been listening to her album And So It Begins for quite some time.

U!: Menurutmu, di antara gaya klasik milik para pelopor R&B dan Soul seperti Al Green dan Marvin Gaye, serta urban R&B seperti Usher dan R. Kelly, mana yang sesuai dengan gayamu? Apa perbedaan kedua gaya tersebut di mata kamu?
T: Aku lebih nyaman me- nyanyikan lagu-lagu dari Al Green atau Marvin Gaye, mungkin karena aku memiliki cara bernyanyi yang old- fashioned dengan riffs and runs seadanya. Ha-ha-ha. Nah, kalau letak perbedaannya menuruku, jelas ada pada era dan cara bernyanyinya, karena pada dasarnya soul music dimulai pada era Marvin Gaye.

 

teza sumendra interview profile

 

U!: Studio work or performing live?
T: Aku suka mengerjakan keduanya karena jika tidak ada studio work, nggak ada alasan untuk mempersembahkan lagu- laguku lewat live performance. Jadi, menurutku studio work dan performing live itu related satu sama lain.

U!: Boleh ceritakan inspirasi dan proses produksi di balik album baru yang sedang kamu persiapkan?
T: Karya dan proses produksi kali ini sedikit berbeda dari album sebelumnya karena pengerjaannya lebih santai dan selektif. Nggak dikejar “deadline” seperti album sebelumnya. Ha-ha. Pengerjaannya masih dibawahi oleh Randy MP, executive produser dan juga music director dari album pertama. Dari segi music production, aku dan Randy MP berusaha untuk mengeksplor sejauh mungkin sound yang belum pernah dipakai di album sebelumnya.

U! Lagu apa yang menurut kamu bisa mengantarkanmu ke sebuah penampilan yang maksimal, baik itu secara teknik dan penjiwaan?
T “Girlfriend”, lagu original yang ada di albumku. Selain memang suka dengan beat- nya, liriknya dipetik dari pengalaman pribadi. He-he.

U!: Apa kelebihan yang bisa bikin penampilanmu menjadi unik dan spesial sebagai seorang entertainer?
T: Pertama, cara aku ber- pakaian. Kedua, karena aku nggak bisa diam dan selalu joget di atas panggung jadi aku selalu berkeringat. Kedua hal itu mungkin yang bikin aku berbeda dan menarik untuk ditonton.

U!: Di mana tempat impian kamu untuk tampil? Kenapa?
T: Aku selalu punya impian untuk tampil di acara-acara festival musik indie di seluruh dunia, seperti Laneway Festival, Primavera Sound, Wonderfruit Festival, Glastonbury Festival, bahkan Coachella. Maybe one day. Ha-ha-ha.

Semoga bisa terwujud ya, Teza!

Text: Fi Juliana Jelita Photographer: Tajul Stylist: Patricia Rivai Stylist Assistant: Wichita Satari Makeup & Grooming: Stacy Louis