Now Reading
Rekomendasi Hadiah Valentine dari TANGAN

Rekomendasi Hadiah Valentine dari TANGAN

Bermula dari obrolan iseng yang membahas kejenuhan pada dunia fashion lokal, Zico Halim dan Margaretha Novi memutuskan membuat brand yang bisa membawa warna baru bagi dunia fashion tanah air. Berbekal fashion taste dan idealisme yang sudah terasah lewat kiprah mereka sebagai fashion stylist, lahirlah TANGAN, sebuah label fashion kontemporer yang mengedepankan kualitas material dan siluet eklektik.

Tak cuma dikenal karena desainnya yang versatile dan mudah dipadupadankan, TANGAN pun langsung menarik perhatian para pecinta fashion berkat presentasi mereka yang selalu berkonsep unik. Menyambut Valentine, Urban Icon berbincang dengan Zico Halim dan Margaretha Novi tentang tangan dingin keduanya dalam membangun brand ini serta rekomendasi hadiah valentine pilihan mereka.

Hai Zico dan Novi, apa filosofi utama yang ingin disampaikan lewat TANGAN dan apa yang menjadi pembeda kalian dengan brand lain yang sudah ada?

Zico: Dari awal, karena namanya TANGAN yang buat merasa, jadi it’s all about feels. Tujuan kita dalam membuat koleksi dan presentasi adalah memberikan rasa yang tidak cuma di tangan tapi the whole feel. Kita ingin ketika orang melihat koleksi dan presentasi kita bisa membawa pulang knowledge dan experienceyang baru.

Novi: Sebenarnya sih tidak ada rencana muluk harus beda dengan brand lain, murni ingin menyuguhkan warna dan knowledge baru. Tapi kalau melihat desain TANGAN sendiri yang multifungsi dan versatile, orang yang datang ke kita juga sangat beragam orangnya. Yang jelas kita tidak merasa harus arogan dan beda sendiri.

Apa tantangan yang kalian rasakan saat membangun brand?

Novi: Namanya brand baru struggle-nya pasti ada, kita harus memikirkan bagaimana caranya brand ini bisa sustain karena online shop pun sudah banyak banget. Di satu sisi, dari segi harga pun TANGAN tidak bisa dibilang murah karena kita mainnya memang di premium brand. So far, kalau buat aku tantangannya adalah bagaimana kita bisa tetap di level itu.

Zico: Aku setuju sama Mbak Novi, tantangannya bukan di awal tapi di tengah. To create something is very easy, but to maintain it is the challenge. Ibaratnya, pas baru mulai kan uang kita masih banyak-banyaknya, tapi kalau sudah di tengah dan sales-nya belum mutar itu yang bingung.

Bagaimana cara kalian menyatukan pendapat dan berkolaborasi?

Novi: Kalau aku dasarnya suka fashion, aku suka melihat baju yang menurut aku bagus. Kalau Zico latarnya memang desain, dan dia tahu apa yang aku mau. Makin ke sini, Zico yang lebih mengurus desain, sementara aku lebih fokus di sales dan meeting sama orang luar. Makin ke sini juga makin bisa meraba konsumen TANGAN seperti apa. Kalau aku sih tidak membatasi desain Zico harus seperti apa, tapi kasih masukan yang bisa mendukung penjualan, karena in the end hubungannya dengan sales.

Zico: Kalau buat aku, kerja berdua jadi bisa saling kasih masukan karena kekuatan kita juga beda-beda. Mbak Novi di ranah bisnis, aku di desain. Tapi jadinya bisa konsultasi dan saling mengisi.

Novi: Kalau brainstorming ide awalnya biasanya dari Zico, aku cuma menambahkan. Sama aku analisa koleksi sebelumnya yang paling diminati yang mana sih, jadi selanjutnya bisa banyakin yang itu. Bukan berarti jiplak koleksi lama terus di koleksi baru ada lagi, tapi jadi paham cutting seperti apa yang paling disukai. Kita masih sama-sama belajar, aku di retail juga masih baru, sebelumnya memang pernah kerja di retail tapi kan as worker, bukan punya sendiri. Makin ke sini jadi makin belajar. Di setiap koleksi kita tuh learning by doing, ada pelajaran yang dipetik. Contohnya seperti di koleksi BIAS kita coba lebih main di warna yang sebetulnya bukan gaya TANGAN banget, tapi memang di koleksi BIAS kita sengaja coba warna baru. Dari situ kita belajar mungkin ini bukan TANGAN, tapi memang harus dicoba.

Dari latar belakang kalian sebagai stylist, apa pengaruh yang terbawa sebagai desainer?

Novi: Work ethic masih terbawa. Waktu kerja di media kita juga tidak tiba-tiba di posisi atas, mulai dari reporter dulu. Aku juga paling anti kerja berdasarkan senioritas. Tidak harus pakai fotografer yang terkenal, yang masih baru juga kita terbuka kerjasama. Yang terbawa, sih, selalu appreciate waktu dan siapapun yang kita hadapi, entah itu senior atau junior.

Zico: Kalau dulu aku desain kadang maunya suka terlalu statement atau ingin bikin orang takjub di runway, tapi dari styling aku jadi belajar melihat looks secara utuh from head to toe. Jadi bisa belajar memadukan pakaian basic dan statement menjadi satu look. Kalau dulu aku tidak pernah styling, pasti sekarang desainnya juga bakal beda banget dengan yang di TANGAN.

Apa pandangan kalian tentang industri fashion lokal saat ini?

Novi: Berwarna banget. Fashion industry lokal makin appreciate segala hal yang berhubungan dengan branditu sendiri. Tidak cuma jualan, tapi dari konsep dan kualitas bajunya juga dipikirkan. Konsep show juga makin dipikirkan, itu yang paling terasa. Persaingan makin ketat, tapi itu positif kok, brand jadi harus makin berani dan makin melihat ke depan. Memang sudah seharusnya seperti itu.

Bagaimana cara kalian mencari inspirasi?

Zico: Aku tidak pernah punya waktu khusus untuk mencari inspirasi, but travelling helps. Tapi kehidupan sehari-hari juga bisa menginspirasi, kok. Ide bikin TANGAN kan juga muncul secara spontan, dari satu titik menggiring ke titik yang lain sampai akhirnya jadi.

Apa proyek yang disiapkan TANGAN tahun ini?

Novi: Tahun kemarin harusnya kita bikin empat show, tapi yang berjalan baru tiga, yang keempatnya diundur. Tahun ini kita ingin tetap bikin 4 show, 2 untuk main collection dan 2 untuk capsule collection. Kita juga ingin lebih aktif di media sosial dan pasti akan ada kolaborasi-kolaborasi along the way.

Sebagai stylist dan desainer, apa peran aksesori bagi kalian?

Novi: Aku suka aksesori yang simple tapi “sesuatu”, mau dari bentuknya atau materialnya. Tapi pemakaiannya bukan yang the more the merrier. Aku suka pakai anting, cincin, jam tangan.

Zico: Aku sejujurnya tidak terlalu pakai aksesori selain jam tangan.

Dalam rangka Valentine, apa arti cinta untuk kalian?

Zico: Home sih, feels like home. Mau berantem pun karena sudah dianggap rumah sendiri, mau pergi pun jadi pasti pulangnya ke situ.

See Also
Pameran Seni bali

Apa rekomendasi hadiah Valentine dari TANGAN untuk orang terdekat?

Novi: Biasanya kalau untuk orangtua aku tidak kasih dalam bentuk barang, lebih sering dalam bentuk ucapan, tapi biasanya kan suka malu kalau mengutarakan dalam bentuk ucapan, jadi sometimes kasih dalam bentuk barang juga. Kalau buat suami pun aku sebetulnya bukan romantis yang kasih bunga, aku tidak merayakan Valentine tapi kalau ulang tahun suami aku kasih gift seperti jam tangan.

Zico: Kalau untuk nyokap aku suka kasih beauty product. Kalau orang terdekat mungkin tas-tas travel.

Aksesori rekomendasi Zico dan Novi untuk dipadupadankan dengan TANGAN:

Jam Tangan Kate Spade Metro Stud Black Quilted Strap

Liebeskind Berlin Clasp Crossbody Medium Black

Liebeskind Berlin Neo Daddy Crossbody Small Hijau

Jam Tangan Marc Jacobs Henry Black Leather

Michael Kors Blake Watch

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © 2020 Urban Icon. All Rights reserved. | Sitemap

Scroll To Top

MAU DAPET ADDITIONAL

DISKON 10% ALL ITEM? 

BURUAN SIGN UP SEKARANG BUAT DAPETIN DISKONNYA DAN INFO TERBARU DARI URBAN ICON

Close

DAPATKAN KODE VOUCHERNYA